AKU, KAMU DAN DIA . . .


 

P

ROBLEMA masa kini yang sering datang adalah perasaan. Perasaan adalah salah satu dari banyak hal yang misterius. Diantara perasaan yang dapat kita pilah, terdapat satu kata, yaitu Cinta. Kita tidak tahu kapan cinta itu akan datang dan bertahta di hati kita atau pergi dengan tiba-tiba dan meninggalkan kepingan-kepingan luka dalam hati. Bahkan kita tak tahu cinta sesungguhnya atau cinta palsu yang datang menghampiri kita.

Aku berpikir cinta hanyalah perasaan yang terbentuk dari imajinasi manusia. Mungkin saja seseorang berpikir bahwa dirinya sedang jatuh cinta namun nyatanya ia tidak benar-benar sedang jatuh cinta. Cinta mungkin dapat kadaluwarsa, ini yang membuat misterius. Tak dapat ditebak kapan akan muncul dan kapan tenggelam lagi dari permukaan hati, juga tak dapat diukur dan tak dapat dibuktikan.

Aku hanyalah seorang gadis remaja yang bermetamorfosis menjadi dewasa. Aku ingin merasakan apa itu Cinta. Dulu aku beranggapan cinta dapat kadaluwarsa dan cinta itu hanya maya semata. Namun, Di usiaku yang genap 18 tahun, aku ingin merasakan bagaimana itu cinta. Mungkin sekarang aku beranggapan bahwa seseorang yang tidak pernah merasakan jatuh cinta maka seseorang itu tidak normal. Dan aku mengenal seorang lelaki yang membuatku kagum pada pandangan pertama. Pertama kita bertemu, 2 tahun lalu tepatnya di bangku SMA. Aku hanya tahu dia sekedar teman sekolahku, aku tidak tahu namanya dan tidak tahu latar belakangnya, namun dia bisa merebut hatiku. Entah apa yang aku rasakan saat itu, namun aku membuang jauh-jauh perasaan itu. Setelah lulus SMA, aku kuliah di salah satu Universitas terbaik di Jakarta. Dimana aku bertemu dengannya lagi. Dan itu kali pertamanya aku berkenalan dengannya tanpa sengaja.

“Brukkk. . .” “Maaf aku gak sengaja, boleh aku bantu beresin bukumu? Sebagai permintaan maafku?” pintanya.

“Iya, sebenernya sih gapapa, aku bisa beresin sendiri. Toh juga gak terlalu banyak bukunya yang jatuh” jelasku padanya namun dalam hatiku berkata “Betapa beruntungnya aku bisa bertabrakan denganmu, seseorang yang aku dambakan sejak SMA.”

“Sekali lagi aku minta maaf ya. Oh ya, kamu jurusan apa? Kayaknya wajah kamu gak asing deh. Mmm… Lulusan SMA 48 bukan?” tanyanya sambil penasaran.

Jawabku sambil mencairkan pembicaraan “Aku ambil bahasa. Hm, ternyata kamu hafal juga ya wajah anak lulusan 48. Namaku Tara, lulusan SMA 48 dong tentunya” Ternyata dia familiar dengan wajahku, berarti dulu dia pernah melihatku, ini kesempatan buat kenalan.

“Aku Tiora. Wah kayaknya kita satu kelas deh, aku juga ambil bahasa. Haha, kebetulan banget punya temen baru. Kayaknya kita harus masuk kelas deh sekarang, udah jam segini. Nanti dimarahin dosennya lho. Terkenal killer, btw. Haha. . . . Yuk cus masuk.” ajaknya.

Sejak itu, aku dan Tiora makin akrab dan menjadi sahabat. Selama itu aku mengetahuinya dan akhirnya bisa bersahabat, aku menyimpan dalam-dalam perasaan yang sangat aneh bagiku ini. Entah aku harus bagaimana, aku masih bingung. Apakah aku benar-benar mencintainya atau hanya kagum saja. Mendadak anggapanku dahulu tentang cinta datang dan membuatku memikir dua kali tentang perasaan yang aku rasakan. Ya memang benar, cinta itu tak bisa di tebak dan tak bisa diukur seberapa dalam cintaku pada Tiora.

Tak lama, hari itu datang. Hari dimana Tiora menyatakan cinta padaku. Perasaanku saat itu campur aduk, ada senang dan bimbang. Kenapa dia nyatakan cinta padaku? Kenapa bukan orang lain yang jauh lebih sempurna dibandingkan aku? Sedangkan, aku masih bingung dengan perasaanku kepadanya. Ya Tuhan. . . Apa yang harus aku lakukan saat ini, menerima cintanya atau menolaknya. . . ? Rasanya aku seperti sedang bermimpi, aku ingin bangun dari mimpi ini dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi. “Ini serius? Sejak kapan kau menyukaiku?” tanyaku penasaran.

“Menurutmu ini bercanda? Nggak, ini serius. Aku menyukaimu sudah lama, mungkin sejak aku melihatmu di SMA dulu…” jawabnya halus. Jawaban dia benar-benar membuatku dagdigdug.. Oh Tuhaaannn…. Apa ini yang dinamakan CINTA?

Tak sadar, ku lontarkan kata-kata ini “Aku mau”. Dia langsung memelukku dengan erat, erat sekali dan sangat erat. Betapa bahagianya aku bisa dipeluk Tiora. Sejak itu kami berduapun berpacaran. Tak berbeda seperti biasanya, aku menjalani hari-hari dan menghabiskan waktu bersama Tiora. Setiap moment pasti aku abadikan. Karena setiap bersamanya aku merasa nyaman.

Aku menulis blog untuk perasaan pertamaku ini. “Kau, iya kau, kaulah pilihan pertama hatiku. Kau yang memancarkan sinar saat aku menatap wajahmu, kau memiliki senyum ceria saat tersenyum, kau yang memiliki kebiasaan aneh yang membuatku makin cinta padamu. Entah apakah aku sedang berada didalam mimpi, namun aku yakin ini bukan sekedar mimpi atau khayalan. Karena AKU UNTUKMU. Selalu” post. Aku memosting dengan judul “Misterius Menjadi KAU”.

ð©

Awan hitam yang menggantung sejak dini hari akhirnya tumpah menjadi hujan lebat. Tepat disaat aku dan Tiora sedang dalam perjalanan menuju tempat favourite kami. Pagi-pagi buta dia sudah menjemputku dengan mobil unik seperti kodok warna kuningnya. Kita menuju puncak untuk merayakan anniversary kita yang ke 5 tahun.

Hujan sangat lebat membuat Tiora susah mengendarai mobil, “Sudah, mending kita berhenti dulu. Hujannya deras banget, gak kelihatan tuh jalannya.” pintaku kepadanya.

“Nggak bisa, dead line sudah menunggu kita di puncak. Aku yakin disana nggak hujan.” jawabnya dengan sedikit kesusahan.

Akhirnya hal yang tak terduga itu terjadi. Ini sebuah mimpi buruk yang aku alami bersamanya. Mobil yang kita naiki tergencet truk tronton pengangkut motor. Aku selamat, namun Tiora tak terselamatkan. Betapa hancurnya hari itu buatku. 5 tahun berpacaran dan berakhir seperti ini. Air mataku tak tahan lagi keluar. Dia menyelamatkan aku dengan tangan kirinya menahan diriku agar tidak terbentur. Namun hanya bagian kanan mobil yang tergencet. Aku tahu dia menyelamatkan aku karena dia tidak mau aku terluka. Kenyataan ini membuatku depresi mendadak.

“Kenapa kau meninggalkan aku dengan goresan luka yang sangat mendalam? Kau membuat hatiku menjadi kepingan-kepingan luka. Kenapa kita harus berpisah dengan begini? Kenapa? Entah jadi apa diriku setelah ini tanpa kau. Kau adalah segalanya bagiku. Kaulah curahan hatiku. Namun takdir berkata lain…. Entah siapa yang akan menggantikan posisimu dihatiku. . . Namun aku percaya, ragamu masih bersamaku didalam hati kecilku ini.”  tulisan baru untuk blogku.

Aku mulai merasakan semuanya berubah tanpa ada dirimu disampingku. Cinta pertama memang sangat indah buatku, namun perpisahan ini yang membuatku menjadi gila. Mungkin saat ini cinta tak dapat kadaluwarsa, namun sakit hati yang aku rasakan tetap melekat. Aku masih mencintainya. Aku baru sadar beginilah rasanya sakit hati. Perasaan memang tidak dapat ditentukan dan tak dapat ditebak.

Satu jawaban yang membuatku tidak pernah lupa dengannya, “Sayang, kenapa kamu mencintaiku?” tanyaku lembut.

“Karena cintaku ke kamu itu gak perlu alasan, sayang.” jawabnya lembut dan bijak.

Aku memang tak tahu betapa besar rasa cinta dia kepadaku. Namun yang aku tahu, dia selalu mencintaiku.

ð©

Aku masih merasakan kamu berada di sampingku. Ya aku bisa merasakannya. Kau masih tetap menjagaku. Disaat aku tidur, kau menyelimuti tubuhku. Disaat akan ada sesuatu yang buruk terjadi padaku, kau berusaha menghindarkannya dariku. Tetapi ada rasa dimana aku ingin sembunyi darimu. Memang susah, karena semakin aku ingin sembunyi dari kamu semakin semuanya ngingetin aku akan sosok dirimu. Namun kini dunia kita berbeda. Kau berada di dunia yang aku tidak mengetahuinya dan aku berada di dunia nyata ini. Kini kau seperti khayalan yang nyata untukku. Itu semua karena cinta diantara kita masih hidup dan belum kadaluwarsa.

“Aku masih bisa merasakan kehadiranmu disini. I still love you. . .” kataku. Dia menjawabnya dengan sebuah hembusan angin yang sangat lembut. Akupun tersenyum akan hal itu.

Terima kasih kau selalu ada untukku” batinku.

ð©

Usiaku kini genap 24 tahun. Tepat disaat ulang tahunku, kau memberiku hadiah yang tak pernah kuduga. Hadiah itu berupa ciuman. Meski tak nyata, namun aku dapat merasakannya. Kau menciumku di tempat favourite kita. Kau memberiku petunjuk agar aku pergi ke puncak saat itu. Tetapi, aku pergi ke puncak bersama kawanku. Namanya Troy. Dia teman curhatku selama Tiora meninggalkanku. Kalau ditanya seberapa dekat hubunganku dengan Troy, mungkin banyak orang sudah mengatakan aku dan Troy berpacaran. Tetapi nyatanya tidak.

Sepulang dari puncak, Troy mengajakku ke sebuah cafe di daerah Menteng. Sebelumnya aku tidak pernah ke cafe itu dengan Tiora, tetapi lebih sering dengan Troy.

Troy ingin memberiku kejutan. Jujur. Aku tidak terlalu suka dengan kejutan itu. “Tutup mata dulu dong, biar surprise Tara,” pintanya dengan sangat antusias.

“Oke deh, terus selanjutnya apa? Jangan bikin deg-degan dong.” candaku sambil menunggu dia menyiapkan semuanya.

“Hitungan ketiga buka mata ya… 1 …. 2 …. 3 ….” serunya.

Lalu aku buka mata, sembari mencari apa surprise itu. Ternyata . . .  Didepan mataku sudah ada rangkaian bunga mawar sangat indah sekali dan baunya harum sekali. Aku jatuh cinta pada bunga itu. Sungguh mewah, sepertinya harga untuk satu tangkai mahal banget.

Akupun bertanya kebingungan “Ini bunga buat aku? Baguss bangeeetttt. . . Aku suka!”

“Tentu saja buat kamu” dia menyodorkan bunga itu padaku, “Coba baca deh dikertas itu ada tulisannya dan kamu harus menjawabnya” lanjutnya.

“Makasih ya. . Tapi, harus ya aku jawab? Haha . . .” candaku.

Terdapat tulisan “Would you mind to be my girlfriend, Tara Azelia?” Jujur saja aku kaget. Dia memintaku untuk jadi kekasihnya. Yes, that’s sweet tapi aku butuh waktu lama untuk menjawabnya dengan jawaban “YES, I DO”.

Mungkin saat ini Tiora marah padaku. Karena, aku tidak merasakan dia berada di sampingku saat ini. “Kemanakah kamu? Kenapa kamu menghilang dan pergi begitu saja?” Hatiku bertanya-tanya sendiri. Mungkin ini yang ingin dia tunjukkan, hadirlah sesosok lelaki lain yang akan menggantikannya.

Beberapa menit kemudian aku membuka mulut, “Aku butuh waktu untuk menjawabnya, Troy. Maafkan aku”

Dengan wajah kecewa dia menjawab “Tak apa, aku ngerti keadaanmu saat ini. Jadi tenang saja”

Aku hanya membalas dengan senyuman lega.

ð©

Troy mengantarku pulang dengan mobil sport miliknya. Aku turun dari mobil itu dengan membawa rangkaian bunga mawar yang indah. Lalu Troy memberi isyarat untuk meninggalkan rumahku dengan lambaian tangannya.

Setelah dia pergi, cepat-cepat ku menulis di blog dengan judul “Kini Kau Benar-Benar Pergi”. “Entah apa yang kamu pikirkan saat ini dengan meninggalkanku. Aku tak tahu banyak. Namun, aku merasakan keganjilan itu. Kau meninggalkanku agar aku bisa bersama dengan pria lain. Itu sebuah kebijakan yang baik. Namun kau pergi begitu saja dengan ciuman terakhir itu. Baiklah aku mengerti. Dunia kita berbeda. Aku berharap tujuanmu yang mulia ini akan berawal baik untukku. Terima kasih Mahkota Misteriusku. Sampai jumpa . . . ” post.

Lalu, aku meletakan rangkaian bunga itu pada vas cantik pemberian nenekku dulu. Betapa indahnya mawar itu. Setelah itu aku merogoh tas untuk mengambil handphoneku. Ku tekan nomor 9 sebagai panggilan otomatis ke Troy. “Hallo Troy? Sudah tidur belum? Terima kasih ya, bunganya sangat indah. Aku ingin berbicara sebentar boleh?” aku mengawalinya dengan cepat sekali karena aku sudah mengantuk.

“Tara… Bisa gak ngomongnya pelan dikit? Nafas dulu lah. Haha. .  Iya sama-sama, ada apa ya?” jawabnya.

“Mengenai tulisan tadi.”

“Iya kenapa Tara?”

Yes, I do to be yours” jawabku cepat.

“Serius? Thank you Tara. Love you” jawabnya. “Love you more, Troy. Good night” kututup telpon dan tertidur pulas.

ð©

Hari-hariku selanjutnya selalu dengan Troy. Aku menemukan cinta kedua. Entah rasanya beda dengan cinta pertamaku. Meski Troy tidak seperti Tiora, aku butuh beradaptasi untuk jadi kekasih Troy. Dan itu menjadi sebuah kebiasaan.

ð©

Hubunganku dengan Troy sudah berumur 3 tahun. Saat anniversary dia mengajakku ke sebuah danau di Bandung. Romantis sekali suasana disana. Dimana dia melamarku. Sungguh kejutan yang datang tiba-tiba. Troy memang seseorang yang penuh dengan kejutan.

Mataku berkaca-kaca terharu dengan permintaan Troy. “3 years ago I wanted you to be my girlfriend. But now, would you be my wife, Tara Azelia?” kalimat itu keluar dari mulut Troy. “Last year I’ve been yours. Now, I wanna say Yes, I do” kalimat itu keluar dari mulutku sebagai pertanda aku menerima lamarannya. Cincin indah dengan dua berlian melingkar di jari manisku sebagai tanda cintaku dan Troy.

Tiora, terima kasih kau sudah memberiku cinta yang baru. Semoga ini awal yang baik bagi cintaku dan Troy. Semoga kamu bahagia di duniamu” batinku berkata saat aku berpelukan dengan Troy.

Tak lama setelah itu, kami berdua pulang ke Jakarta. Hujan lebat dan suara petir menemani perjalan pulang kita. Aku sungguh bahagia akan menikah dengan Troy. Cinta yang datang padaku bukan cinta palsu dan tidak pernah kadaluwarsa. Entah harus berapa dalam samudra untuk mengukur cintaku ini. Karena, cinta tak dapat diukur dan cinta tak butuh alasan.

Aku menulis di blog lewat gadget ku dengan judul “Cinta Ini Tidak Palsu dan Tidak Kadaluwarsa”. “3 tahun lalu kau memintaku untuk menjadi kekasihmu. Dihari peringatan hubungan kita, kau memintaku untuk menjadi pendampingmu selamanya. Betapa bahagianya aku menemukanmu. Janji ikrar yang akan kita ucap suatu saat nanti semoga menjadi awal yang baik untuk masa depan kita berdua. Aku tak sabar memakai gaun pengantin yang sangat indah. Aku tak sabar melihat kau menjadi ayah bagi anak-anak kita kelak. Dan aku tak sabar untuk menjadi ibu dari anak-anak kita kelak nanti. Cinta kita tidak palsu dan tidak akan pernah kadaluwarsa. Aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Because, I love you.” Postingan ini merupakan perasaanku yang misterius, memang tak dapat ditebak kapan aku akan sedih dan bahagia.

Mimpi buruk terjadi. Kecelakaan mobil sport milik Troy vs truck pengangkut kayu terjadi. Kita berdua dilarikan kerumah sakit oleh warga setempat. Keadaanku dan Troy sedang tidak sadarkan diri. Kepalaku terkena benturan keras dan Troy luka parah. Setelah sadarkan diri, aku melihat keadaan Troy dengan balutan perban di kedua kakinya dan pernan membalut kepalanya. Betapa sedihnya perasaanku melihat keadaan Troy. Sungguh hatiku tak kuasa melihatnya. Air mataku pun keluar. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya. “Ya Tuhan . . . Jangan ambil lagi orang yang aku cinta. Biarkan ku bahagia dengan dia dengan segala kehendakMu.” dalam hatiku terus berdo’a. Aku ingin melihat Troy sadarkan diri dengan sehat. Sungguh. . . .

Takdir berkata lain, Tuhan telah mengambil Troy untuk selama-lamanya. Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya. Semua rencana masa depanku gagal. Untuk kedua kalinya aku kehilangan orang yang aku cinta. Kenapa semua mimpi buruk ini terjadi padaku? Mungkin saat ini aku menjadi orang gila karena gagal cinta. Entah apa kata orang aku tak tahu. Rasa sakit didada ini benar-benar sakit. Aku tak tahan menahannya. Ini benar-benar mimpi buruk. Aku ingin bangun dari mimpi ini dan melihat semuanya baik-baik saja. Ya Tuhaaannn. . .

ð©

Terdengar suara petir yang sangat keras membangunkanku. Aku berada di sebuah mobil yang aku kira mobil Ambulance yang membawa jasad Troy.

Ternyata! Semuanya hanya mimpi. Aku dan Troy tidak mengalami kecelakaan dan Troy tidak meninggal dunia. Aku hanya tertidur dalam perjalanan pulang. Aku melihat Troy dengan senyuman yang indah masih berada disampingku, dan dia masih santai mengemudikan mobilnya. Ya Tuhan, aku bersyukur ini hanyalah mimpi. Terima kasih Tuhan, Engkau tidak mengambil orang yang aku cinta. Semoga saja mimpi buruk ini benar-benar tidak terjadi. Agar aku dan Troy hidup bahagia selama-lamanya dengan ikatan cinta suci yang tidak akan pernah kadaluwarsa dan hanya maut yang dapat memisahkan cinta kita berdua.

ð©

Hari yang kita nantikan dan kita tunggu itu telah tiba. Hari dimana ikrar cinta suci mengikat kita berdua.

Beberapa minggu setelah pernikahanku dan Troy. Kita memutuskan untuk berbulan madu ke Puncak sekaligus merayakan pernikahan kita. Disaat semua terasa menyenangkan, tiba-tiba saja ada firasat buruk menghantuiku. Namun, aku berusaha untuk tetap tenang dan berpikir positif bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Untungnya firasat buruk itu tidak benar-benar terjadi. Kita berdua melewati 5 hari ini dengan bersenang-senang menikmati bulan madu kita dan merencanakan masa depan yang baik untuk kita.

ð©

Hari terakhir bulan madu dimana kita harus pulang ke Jakarta pun tiba. Entah apa yang terjadi, firasat buruk itu kembali menyergapku.

Tak lama, terdengar suara burung gagak sangat keras dan memecah keheningan saat itu. Anehnya Troy tidak mendengar suara burung itu. Apakah ini hanya halusinasiku saja ataukah aka nada hal buruk terjadi?. Lagi-lagi aku berusaha mengindahkan perasaan itu . . .

ð©

Setelah mobil siap, aku dan Troy bergegas meluncur ke Jakarta. Ditengah perjalanan, tiba-tiba keringat dingin membasahi tubuhku. Jantungku pun berdetak keras.

“Kamu nggak apa-apa? AC nya kurang dingin ya?” tanyanya penuh perhatian.

“Emm… Engg . . . Enggak apa-apa kok, sayang. Mungkin hanya bad feeling . . .” Setelah kujawab dengan kata-kata itu. Terdengar suara klakson truck yang memecahkan telinga.

“Teeettttt…. Tetttt…. Teeeetttttt…….”

“Braakkk!!”

Mimpi buruk benar-benar terjadi.

. . . .

 ©ð  Selesai ð©

ORIGINAL by :

♥Roraprams

Comment here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: