Cerita Karno Tanding


 Seorang anak yang bernama Karna ,merasa cemburu karena ibunya terlalu memperhatikan anaknya yang masih kecil. Sehingga ia pun kesal, dan ia melempar batu ke muka ibunya, karena marah ibunya pun mengusir Karno. Karno pun pergi & ibunya pun tidak bermaksud mengusirnyapun mencari-cari Karna.Tanpa sepengetahuan ibunya, ternyata Karna pergi ke NGASTINA sebagai panglima perang. Dengan bersembunyi Karna meminta ijin untuk meminta restu kepada ibunya Dewi Kunthi. Namun ibunya tidak merestui karena perang yang akan dipimpin Karna di Ngastina akan melawan AMARTA tidak lain akan melawan adiknya sendiri.

 Prabu Salyo dan Sengkuri berencana akan membunuh Abimanyu, seorang anak dari Arjuna, karena pihak Ngaskiro mengetahui bahwa Kerajaan Amarta akan diturunkan kepada Abimanyu, oleh karena itu sasaran pertamanya adalah membunuh Abimanyu.

Pada saat perang, Abimanyu telah banyak tertusuk oleh anak panah, tetapi Abimanyu tetap bertahan sampai titik darah penghabisan. Lalu, kakak Semar menemukan mayat Abimanyu yang tergeletak kaku. Kakak Semar bersama Krisna yaitu kakak Arjuna bingung memikirkan Kerajaan Amarta. Arjuna yang belum mengetahui kematian putranya terus menyusun rencana untuk membinasakan Ngastina.  Setelah mengetahui kematian putranya, Arjuna langsung maju seorang diri untuk melawan Prajurit Ngastina. Kurawa merasa senang, karena bisa membunuh Abimanyu. Namun tanpa diketahui, Abimanyu memiliki seorang istri yang sedang mengandung, dan nantinya anak itu akan menggantikan Abimanyu.

Karna menantang Arjuna untuk segera berperang. Namun Arjuna menolak, karena ia tahu bahwa Karna adalah kakanya kandungnya sendiri. Karna menyuruh Arjuna untuk mengambil senjatanya. Tetapi Arjuna bersihkeras untuk tidak berperang. Akhirnya hati Karna pun luluh, lalu mereka saling berpelukan. Karna tersadar bahwa Arjuna adalah adik satu-satunya yang dikasihinya. Ibunya yang melihat dari kejahuan merasa senang.

Namun tiba-tiba Karna melepaskan pelukannya, dan menuduh Arjuna bersekongkol akan menusuknya dari belakang. Hingga Karno & Arjuna berkelahi hebat , ibunyapun menangis berharap kedua putranya tersebut menghentikan perkelahian itu. Lalu Arjuna terjatuh. Arjuna sengaja mengalah demi Ibunya, dan berharap hati Karna bisa luluh. Di sisi lain Kurowo tertawa terbahak-bahak karena Arjuno kalah.

Tetapi perkelahian itu tetap terjadi, bahkan semakin memanas. Dan akhirnya, Arjuna jatuh kedua kalinya, tiba-tiba Kresna datang, dan mengatakan bahwa Abimanyu telah gugur  sebagai tumbal agar Arjuna membunuh Karno. Arjuna yang kalap, karena termakan perkataan dari Kresna segera membunuh Karno dengan panahnya sendiri.

Dan akhirnya Karna mati……!!!!!!!!!!!

Ibunya pun menangis tersedu-sedu, karena sekarang ia benar-benar dipisahkan dengan Karna selama-lamanya. Arjuno merasa bersalah, karena telah membunuh kakak kandungnya sendiri. Walaupun ia menyesalinya, tetapi Karna tetap mati.

            

                   Tamat

 

1 Comment (+add yours?)

  1. karno
    Jul 25, 2012 @ 12:27:45

    good !

    Reply

Comment here :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: